Aktivitas produksi di salah satu kawasan industri terbesar di Karawang terpaksa dihentikan sementara akibat kejadian luar biasa yang sulit dijelaskan secara logika medis biasa. Kejadian Geger Pabrik Karawang ini bermula di departemen perakitan pada jam kerja malam, ketika seorang buruh wanita tiba-tiba berteriak histeris dan meracau dalam bahasa yang tidak dimengerti. Dalam waktu singkat, fenomena ini menyebar ke buruh lain di ruangan yang sama, mengakibatkan puluhan orang mengalami gejala serupa, mulai dari pingsan hingga menunjukkan perilaku agresif yang diyakini warga sekitar sebagai fenomena kesurupan massal.
Suasana di dalam area pabrik berubah menjadi sangat mencekam saat teriakan bersahut-sahutan memenuhi lorong-lorong produksi. Peristiwa Geger Pabrik Karawang ini memaksa pihak manajemen untuk melakukan evakuasi seluruh karyawan keluar dari gedung guna menghindari jatuhnya korban cedera lebih lanjut. Tim medis perusahaan segera didatangkan untuk memberikan pertolongan pertama bagi karyawan yang pingsan, sementara beberapa tokoh agama setempat juga dipanggil untuk membantu menenangkan situasi. Kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan di luar gerbang pabrik karena banyaknya anggota keluarga yang datang menjemput setelah mendengar berita simpang siur di media sosial.
Secara psikologis, para ahli berpendapat bahwa fenomena ini bisa dikategorikan sebagai histeria massa yang dipicu oleh tingkat stres yang tinggi dan kelelahan fisik yang ekstrem di lingkungan kerja. Namun, bagi sebagian besar warga lokal, insiden Geger Pabrik Karawang dikaitkan dengan gangguan makhluk halus karena pabrik tersebut berdiri di lahan yang dulunya dianggap keramat. Perdebatan antara penjelasan ilmiah dan kepercayaan lokal pun mewarnai diskusi di kalangan buruh. Terlepas dari perdebatan tersebut, kenyataannya produksi perusahaan mengalami kerugian besar karena operasional harus terhenti total selama satu sif penuh untuk proses sterilisasi dan pemulihan mental karyawan.
Pihak perusahaan kini berencana untuk memberikan waktu libur tambahan bagi karyawan yang terdampak untuk menjalani pemulihan psikologis. Penanganan pasca Geger Pabrik Karawang ini juga mencakup evaluasi terhadap beban kerja dan sirkulasi udara di dalam ruang produksi agar kondisi fisik karyawan tetap terjaga. Banyak pihak menyarankan agar diadakan ritual doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal guna memberikan rasa tenang secara spiritual bagi para pekerja. Keamanan dan kenyamanan psikis buruh adalah faktor krusial yang tidak boleh diabaikan dalam mencapai target produksi perusahaan yang tinggi.
