Gerakan revitalisasi Sungai Citarum yang dicanangkan pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum terus menunjukkan hasil signifikan. Dalam sebuah operasi besar-besaran, ribuan ton sampah plastik dan limbah domestik berhasil diangkut dari badan sungai. Aksi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengembalikan fungsi ekologis sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sungai terkotor di dunia akibat tumpukan limbah dan sampah plastik.
Operasi pembersihan masif ini berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 November 2025, yang melibatkan lebih dari 500 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan. Komandan Sektor 6 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf. Dadan Mulyadi, menyatakan bahwa fokus operasi kali ini adalah di wilayah hilir sungai, yang menjadi titik kumpul limbah dari berbagai anak sungai. “Kami mengerahkan alat berat dan puluhan perahu untuk menyingkirkan sampah plastik yang mengendap di dasar dan permukaan sungai. Total lebih dari 2.000 ton sampah berhasil kami angkut,” ujar Kolonel Dadan dalam konferensi pers di Bandung pada 20 November 2025.
Selain operasi pengangkutan, Satgas Citarum Harum juga melakukan penindakan tegas terhadap pabrik-pabrik yang terbukti membuang limbah ke sungai. Pada Selasa, 18 November 2025, tim penyidik gabungan dari Polda Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup menyegel sebuah pabrik tekstil di Kabupaten Bandung yang kedapatan membuang limbah cair tanpa instalasi pengolahan limbah (IPAL) yang memadai. Menurut Kombes Pol. Wawan Setiawan, Kepala Bidang Penegakan Hukum Polda Jawa Barat, tindakan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menindak tegas pelaku pencemaran. “Kami akan terus mengawasi dan memberikan efek jera bagi mereka yang merusak lingkungan,” tegasnya.
Edukasi kepada masyarakat juga menjadi pilar penting dalam program Citarum Harum. Satgas secara rutin mengadakan sosialisasi di desa-desa yang berada di sepanjang aliran sungai untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya membuang sampah, terutama sampah plastik, ke sungai. Program ini melibatkan tokoh masyarakat, guru, dan para pemimpin agama untuk menyebarkan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Bapak Bambang Pamungkas, perubahan perilaku masyarakat adalah kunci utama untuk keberhasilan jangka panjang. “Penertiban dan pengangkutan sampah hanya akan menyelesaikan masalah di permukaan. Yang terpenting adalah mengubah kebiasaan masyarakat,” katanya.
Keberhasilan operasi pengangkutan sampah plastik ini merupakan sebuah sinyal positif bahwa Citarum Harum berada di jalur yang benar. Namun, tantangan masih besar. Dibutuhkan kerja sama yang solid dari semua pihak, dari pemerintah, industri, hingga masyarakat, untuk memastikan bahwa Sungai Citarum tidak hanya bersih, tetapi juga kembali lestari dan dapat menjadi sumber kehidupan yang sehat bagi semua.
