Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Karawang, Jawa Barat, setelah dua pelajar meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis di perlintasan kereta api. Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Rabu, 30 April 2025, sekitar pukul 07.00 WIB di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kawasan Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Kedua pelajar meninggal tersebut diketahui mengendarai sepeda motor dan nekat menerobos palang kereta api yang sudah tertutup.
Menurut keterangan saksi mata, kedua korban yang belakangan diketahui bernama Arya (17 tahun) dan Bima (16 tahun), keduanya merupakan siswa kelas XI di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Karawang. Mereka berboncengan sepeda motor dengan terburu-buru saat hendak berangkat ke sekolah. Diduga tidak sabar menunggu kereta api melintas, keduanya nekat menerobos palang pintu perlintasan yang sudah dalam posisi tertutup dan sirine peringatan sudah berbunyi.
Nahas tak dapat dihindari, pada saat bersamaan melaju Kereta Api Lokal Cikampek-Purwakarta dari arah Cikampek menuju Purwakarta. Tabrakan keras terjadi dan menyeret sepeda motor korban beserta kedua pelajar meninggal tersebut beberapa meter dari lokasi kejadian. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut tidak dapat berbuat banyak dan segera melaporkannya kepada pihak berwajib.
Petugas kepolisian dari Polsek Klari yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah kedua korban. Kepala Polsek Klari, Kompol Suyanto, membenarkan adanya kejadian tragis ini. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kedua korban meninggal dunia di lokasi akibat luka parah yang diderita. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, terutama di perlintasan kereta api,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian pada Rabu pagi.
Jenazah kedua pelajar meninggal tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang untuk dilakukan visum et repertum. Pihak sekolah dan keluarga korban tampak sangat terpukul dan berduka cita atas kepergian Arya dan Bima. Pihak sekolah juga berencana mengadakan doa bersama untuk mengenang kedua siswa mereka.
Tragedi ini menjadi pengingat yang sangat menyakitkan akan bahayanya menerobos palang pintu perlintasan kereta api. Meskipun terburu-buru, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Pihak kepolisian kembali mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pelajar, untuk tidak mengambil risiko dengan menerobos palang pintu kereta api demi menghindari kejadian serupa yang dapat merenggut nyawa. Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi mengenai keselamatan di perlintasan kereta api dan mempertimbangkan penambahan fasilitas keamanan di perlintasan tanpa palang pintu.
